bagi teman-teman yang baru mengunjungi blog ini sebaiknya membaca mulai dari post pertama ya!!
Selasa xx-xx-20xx (hari yang sama)
Diperjalanan dewi yang lebih banyak bertanya tentang kesibukanku, juga alasan mengapa kami “berburu” pacar disekolahnya. Waktu kujawab tentang 2 kriteria konyol yang kami pakai dia tertawa sambil bilang “ngawur”, entah kenapa dia suka mengucapkan kata itu. Mungkin karena aku yang ngawur dan asal ngomong, atau cuma kebiasaannya saat kehabisan kata-kata. Tapi mau yang manapun aku tak peduli, paling tidak ini bisa dibilang “kencan” pertama kami.
Pada awalnya dewi ingin pergi ke toko G, namun aku mengusulkan kami ke toko T.M saja. Karena menurutku koleksi disana lumayan lengkap, selain itu juga harga yang lebih miring tentunya. Ingin aku mengajak dia ke Jl. S atau Jl. B, namun kupikir belum tentu gadis seperti dia berminat dengan buku bekas(tidak seperti aku mahasiswa yang suka membeli buku ditengah kondisi ekonomi pas-pasan tentu barang bekas pun tak jadi masalah).
Sebelum menuju toko TM yang ada di lantai atas Dewi menyempatkan diri untuk mampir ke Toko Kaset. Disana aku membeli kaset Alter Bridge-One day remain, sementara dewi memilih di daftar CD.
“Mas beli kaset apa?”
“Kaset rock, alter bridge. Dulu ini band namanya Creed tapi ganti nama setelah vokalisnya cabut!!” nampaknya dia kurang tertarik, dan langsung mengalihkan perhatian.
“kira-kira klo aku mana yang bagus ya mas?”
“kamu suka new age ato celtic??.”
“band rock ya?.”
“bukan, itu nama aliran musik. Bagus buat rileks, yang lumayan dikenal di indonesia kayaknya sarah brighman!!”
aku mencari CD yang kumaksud dan tidak berhasil aku dapatkan, tapi aku mendapat CD lain yang sealiran. Enya – A Day Wihout Rain.
“mas nggak dapat cdnya, tapi yang ini juga sealiran. Coba kamu dengar dulu”
dia menerima cd ku, mungkin dia lebih tertarik dengan Covernya daripada iklan murahanku.
“trus ada lagi nggak?”
“Kalau Backstreet Boys kamu suka? Tadi aku ada liat album barunya, Nevergone”
“Haaah… mas dengerin Backstreet Boys…???”
“Iya, aku udah punya kasetnya. Lumayan bagus album ini, walaupun masih bagusan Millennium!!”
“Mas Aneh deh…!!!”
akhirnya dia membeli CD Enya dan Backstreet Boys yang aku rekomendasikan. Sementara di TM dia membeli buku HARRY POTTER, sedangkan aku membeli Clash Of Civilitation.
“kamu mau aku anter pulang!”
“Nggak ah, ngerepotin aja…!!!”
hampir aku putus asa, namun kali ini kubulatkan tekad untuk mengantarkannya.
“Nggak banget kok, aku kan dipinjemin motor. Lagipula aku diamanatin ama anak-anak buat antarin kamu kan.!”
dia berfikir lama, nampaknya dia ragu. Cepat kutarik tangannya, dan untungnya dia tidak menolak. Ternyata dia tinggal di salah satu kawasan elit di kota S, wajar saja jika biasanya dijemput dengan mobil. Sewaktu kuantar sampai depan pintu kami disambut oleh ibunya, seorang wanita cantik yang anggun. Setelah berbasa-basi sejenak aku pamit untuk pulang, kutolak secara halus tawaran untuk mampir kedalam. Kecut juga menghadapi keluarga kaya yang ramah ini. Sengaja tidak aku ungkit mengenai buku Supernova yang dewi pinjam, seraya berharap itu bisa dijadikan alasan untuk menemuinya kelak.
Malamnya dewi menelponku lagi
“Mas, makasih ya tadi siang. Aku sukaa banget ama album enya ini, pertama denger aku merinding, tapi habis itu asik buat temen baca. Album backstreet boysnya juga bagus banget. Pokok’e aku suka semuanya…!!!”
nampaknya ini merupakan hari keberuntungan bagiku, seraya berharap hal ini akan berlanjut untuk seterusnya.