12. Tentang Dewi

bagi teman-teman yang baru mengunjungi blog ini sebaiknya membaca mulai dari post pertama ya!!

Nampaknya aku belum bercerita tentang dewi ya??

Secara fisik dewi bagiku adalah anak yang menarik, mungil dengan tinggi sekitar 155 cm, tipikal anak yang aktif tapi manja. Saat pertama kau melihatnya jika bertemu ditempat umum yang terpikir Cuma dia adalah anak orang kaya(wajar, mengingat cara dia berpakaian). Dewi bukan tipikal gadis yang pemilih, dia punya banyak teman akrab(walaupun hampir semuanya wanita). Namun karena suatu sebab dia selalu diantar jemput oleh supir pribadi keluarganya(entah kenapa aku juga tidak tahu).

Sejujurnya seandainya aku bertemu dewi ditempat umum(bukan disekolah) pasti aku akan mundur, terima kasih kepada kaum pendahulu yang menciptakan konsep baju seragam sehingga dapat meleburkan perbedaan kasta dalam kebersamaan citra. Hal yang paling menarik selain fisik bagiku adalah sifatnya yang kekanak-kanakkan, dia selalu berusaha bersikap dewasa tetapi tidak dapat menghilangkan tingkahnya yang menggemaskan. Itulah kenapa dewi sering menjadi pusat perhatian dan godaan teman-temannya.

Dewi pernah bercerita, kenapa dia tidak merespon ketika aku pertama kali mengajaknya berkenalan. Dewi memandang aku seperti umumnya laki-laki dalam pandangan para gadis. Selalu berfikiran kotor dan mengajak kenalan hanya untuk bermain-main. Untunglah sikapku yang humoris sedikit banyak mengubah pandangannya terhadapku, belum lagi cerita teman-temannya tentang kami (paling tidak menurut pengakuannya).

Faktor lain yang membuat kami gampang akrab adalah kesamaan hobi. Hobiku membaca serta selera musikku yang aneh sedikit banyak menjadi pencair suasana dan topik obrolan ngalor ngidul yang paling seru. Saat kami kehabisan pembicaraan, musik dan buku menjadi tali penyambung materi yang takkan pernah habis. Bayangkan teman. pada waktu kencan pertamaku kemarin dengan dewi justru kami habiskan di toko buku dan musik, bukannya di tempat makan romantis yang umum dilakukan(entah apa yang dia pikirkan, tapi aku menganggap episode jalan-jalan kami kemarin adalah kencan).

Kencan pertama kami berawal dan berakhir dengan aneh, entah apa yang terjadi selanjutnya.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.