14. Menikmati Itu Pake Hati

bagi teman-teman yang baru mengunjungi blog ini sebaiknya membaca mulai dari post pertama ya!!

Ada yang lain kutemukan hari ini, tentang bagaimana dewi bersikap dewasa tanpa dia sadari. Selama ini aku mengenal dewi sebagai seorang anak yang manja dan menggemaskan, tapi ternyata dia memiliki kebijakan yang berbeda saat memaknai sesuatu. Dewi punya beberapa hobby yang sama denganku, salah satunya adalah menonton film. Hari ini aku mengajak dewi menonton film tentang dia, sebuah karya dari salah satu sutradara favorit kami Rudy Soedjarwo.

Acara menonton film ini berakhir dengan diskusi, suatu hal yang jarang aku lakukan bersama teman kencanku. Berbeda dengan diskusiku yang selama ini membahas tentang masalah teknis, sinematografi, maupun tata cahaya. Dewi justru memandang film ini dari esensi dan alur ceritanya, dia mampu mengupas secara dalam tentang karakter tokoh, bagaimana cerita itu mengalir, apa yang dia rasa dan lakukan seandainya mengalami hal seperti dalam cerita tersebut. Terus terang diskusi ini menjadi sangat menarik, walaupun aku lebih sering menjadi pendengar sambil sesekali memberi umpan dan pendapat.

Saat dewi bercerita tentang bagaimana para tokoh berekspresi aku juga bisa menikmati ekspresinya yang lepas dan bebas berbicara. Saat dewi memberi pendapat tentang bagaimana pendapatnya tentang alur dan klimaks dari film tadi aku bisa merasakan dari emosi dari rentetan kalimat polos yang dia bicarakan. Sekarang aku belajar bahwa tidak perlu terikat hal yang teknis untuk menikmati sebuah karya, cukup nikmati saja. Biarkan kita terhanyut dalam alirannya.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.