15. Ndut itu Cinta
bagi teman-teman yang baru mengunjungi blog ini sebaiknya membaca mulai dari post pertama ya!!
“pagi ndut!!!”
“ndut udah sholat?”
“Ndut blom mandi ya??? bau niih!!”
mungkin itu adalah ucapan selamat pagi yang paling menyebalkan bagi dewi. Dan yang lebih menyebalkan lagi, aku nggak bersedia untuk mengganti alarm itu. “Kenapa ndut? memangnya dewi gendut? Mas nyebelin deh” ungkapnya waktu pertama kali mendengar nada alarm yang aku deklarasikan pagi ini.
Aku hanya tertawa sambil memasang mode pura-pura nggak dengar, bagiku inilah yang menyenangkan. Menggoda dewi, yang akan menjadi kegiatan rutinku.
Oke… biar aku certain alasannya, toh juga buku nggak akan bisa ngaduin ke dewi kan? Hehehe… sejujurnya dimataku dewi itu nggak gendut lho…(dan aku yakin dimata orang-orang normal dewi juga nggak gendut). Tapi entah kenapa dia menderita penyakit yang lazim menghinggapi cucu hawa, takut dengan bayangan. Dia takut membayangkan kalau dia gendut, walau pura-pura cuek(buktinya dia sebel kalau dipanggil gendut). sulit untuk mengerti kenapa kaum wanita suka berkompetisi untuk hal-hal absurd macam itu.
Bagiku, biarpun kelak dewi menjadi gendut sekalipun aku akan tetap menyukainya. karena aku melihat banyak hal di dirinya yang lebih menarik dari sekedar aspek fisik(tapi mudah-mudahan dia gak terlalu gendut nantinya… hehehe…)